by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
Aturan | Tentang Kami | Kontak Kami

Artikel

Redundant MLAG ICCP

Jum'at, 31 Mei 2024, 13:42:01 WIB
Kategori: Redundant Network

Salah satu permasalahan yang sering terjadi di jaringan komputer adalah downtime. Downtime merupakan suatu periode waktu di mana sistem, layanan, atau perangkat tidak beroperasi atau tidak tersedia untuk penggunaannya.

Downtime bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kegagalan power/listrik, kegagalan hardware, kegagalan sistem, kabel terputus, internet down, dan lain sebagainya.

Tentunya downtime pada jaringan bisa kita minimalisir dengan berbagai cara. Untuk mengatasi kegagalan power maka bisa menggunakan ups, kegagalan internet bisa menggunakan lebih dari satu provider dan mengkonfigurasi load balance atau failover, kegagalan hardware atau sistem bisa menggunakan VRRP atau MLAG.

Nah pada kesempatan kali ini, kami akan melanjutkan pembahasan mengenai Network Redundant menggunakan MLAG.

MLAG atau Multi Chasis Link Aggregation Group merupakan sebuah teknologi yang digunakan dalam jaringan komputer untuk meningkatkan redundansi.

Fitur ini hanya bisa digunakan untuk Router OS v7 dan beberapa perangkat mikrotik saja, untuk detail syarat penggunaan dan konfigurasi basic MLAG bisa teman-teman lihat pada artikel berikut: Network Redundant dengan MLAG Mikrotik.

Untuk topologi yang digunakan pada kasus ini, masih sama seperti topologi minggu kemarin yaitu seperti berikut:

Dalam implementasinya, ketika menggunakan MLAG maka kita juga memerlukan interface ICCP.

ICCP (Inter Chassis Control Protocol) merupakan protokol yang digunakan untuk mengelola koneksi dan sinkronisasi antara dua atau lebih chassis perangkat jaringan.

Protokol ini secara khusus dirancang untuk mendukung pengelompokan chassis yang disebut Multi-Chassis Link Aggregation Group (MLAG).

Lalu apa yang terjadi ketika interface ICCP ini dalam kondisi tidak aktif, misal kabel terputus atau konektor tidak terpasang dengan baik? Hal tersebut akan menyebabkan Network Redundant dengan MLAG ini tidak bisa berjalan secara efisien.

Sebagai solusinya kita bisa melakukan bonding terhadap interface ICCP. Sehingga topologi akhirnya akan seperti berikut.

Bonding pada Mikrotik adalah metode untuk menggabungkan beberapa interface fisik menjadi satu interface virtual. Konsep ini dikenal juga dengan istilah link aggregation. Bonding memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan dan menyediakan redundansi link.

Konfigurasi

Lakukan konfigurasi dasar MLAG, teman-teman bisa lihat pada artikel kami sebelumnya.

Selanjutnya konfigurasikan Bonding untuk interface ICCP yaitu port qsfp28-1-1 dan qsfp28-2-1, pilih 802.3ad dikarenakan balance rr tidak support untuk bonding hw offload.

Setelah berhasil membuat interface bonding ICCP, tambahkan ICCP pada bridge port dan  konfigurasi Bridge - MLAG.

Note: Lakukan konfigurasi Bonding ICCP dan konfigurasi Bridge MLAG di kedua Switch.

Ketika peer port running dan ICCP memiliki status established, primary dan secondary perangkat akan dipilih. Bridge dengan MAC Address terkecil akan di pilih sebagai primary.

Dengan konfigurasi di atas, ketika salah satu interface ICCP Down, maka trafik yang berjalan pada switch MLAG masih bisa berjalan secara redundant melalui interface ICCP yang aktif.

Cukup sekian artikel kali ini. Untuk detail konfigurasi dan detail pengujian sudah kami bahas via youtube channel mikrotik indonesia.




Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Redundant Network